Minggu, 27 Februari 2011

RANGKUMAN BAB 2 PEDIDIKAN KEWARGANEGARAAN WAWASAN NUSANTARA


RANGKUMAN BAB 2 PEDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

WAWASAN NUSANTARA

A.      Latar belakang dan pengertian
Kata wawasan berasal dari bahasa jawa yaitu wawas (mawas) yang artinya melihat atau memandang, jadi kata wawasan dapat diartikan cara pandang atau cara melihat.
Dalam mewujudkan aspirasi dan perjuangan ada tiga factor penentu utama yang harus diperhatikan oleh suatu bangsa yaitu:
1.       Bumi atau ruang diman bangsa itu hidup
2.       Jiwa, tekad dan semangat manusia/rakyat
3.       Lingkungan
Kehidupan Negara senantiasa dipengaruhi perkembangan  lingkungan strategis sehingga wawasan harus mampu memberi inspirasi pada suatu bangsa dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan yang ditimbulkan dalam mengejar kejayaannya.
Wawasan nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang serba terhubung (interaksi dan intelerasi) serta pembangunannya didalam bernegara ditengah tengah lingkunganya baik nasional, regional, maupun global.

B.      Landasan wawasan nasional
Wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dianut oleh negara yang bersangkutan.
A.      Paham – paham kekuasaan
1.       Lenin (abad XIX)
2.       Lucian W.Pye dan Sidney
3.       Machiavelli (abad XVII)
4.       Jendral Clausewitz (abad XVIII)
5.       Napoleon Bonaparte (abad XVIII)
6.       Fuerback dan Heger (abad XVII)
B.      Teori- teori geopolitik (ilmu bumi politik)
1.       Sir Harford Mackinder (konsep wawasan benua)
2.       Federich Ratzel
3.       W.Mitchel, A.Seversky, Giulio Douhet, J.F.C.Fuller (konsep wawasan dirgantara)
4.       Rudolf kjellen
5.       Karl Haushofer
6.       Sir Walter Raleigh dan Alferd Thyer Mahan (konsep wawasan bahari)
7.       Nicholas J. Spykman

C.      Wawasan nasional Indonesia
Wawasan nasional Indonesia dikembangkan berdasarkan wawasan nasional secara universal sehingga dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasan dan geopolitik yang dipakai Negara Indonesia
1.       Geopolitik Indonesia
Indonesia menganut paham Negara kepulauan berdasar ARCHIPELAGO CONCEPT yaitu laut sebagai penghubung daratan sehingga wilayah Negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai Tanah Air dan ini disebut Negara kepulauan .
2.       Paham kekuasaan Indonesia
Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi pancasila menganut paham tentang perang dan damai berdasarkan : “Bangsa Indonesia cinta damai, aka tetapi lebih cinta kemerdekaan”.
3.       Dasar pemikiran wawasan nasional Indonesia
Indonesia dibentuk dan dijiwai oleh pemahaman kekuasaan dari bangsa Indonesia yang terdiri dari latar belakang social budaya dan kesejahteraan Indonesia
 Untuk itu pembahasan latar belakang filosofi sebagai dasar pemikiran dan pembinaan nasional Indonesia ditinjau dari :
1.       Pemikiran berdasarkan falsafah Pancasila
2.       Pemikiran berdasarkan aspek kewilayahan
Isi Deklarasi Djuanda :
a.       Segala perairan disekitar, diantara dan yang menghubungkan pulau pulau yang termasuk Negara Indonesia dengan tidak memandang luas/lebarnya adalah bagian-bagian yang wajar sebagai wilayah daratan Indonesia.
b.      Batas laut territorial adalah 12 mil diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik ujung yang terluar pada pulau-pulau Negara Indonesia.
c.       Lalu-lintas yang damai diperairan pedalaman bagi kapal-kapal asing dijamin selama dan sekadar tidak bertentangan/mengganggu kedaulatan dan keselamatan Negara Indonesia.
Wilayahperairan laut Indonesia dapat dibedakan tiga macam, yaitu zona laut territorial, zona laut landas kontinen, dam zona Ekonomi Eksklusif.
3.       Pemikiran berdasarkan aspek kesejahteraan
4.       Pemikiran berdasarkan Aspek Sosial Budaya
Secara universal kebudayaan masyarakat yang heterogen mempunyai unsure-unsur yang sama :
·         Sistem teknologi dan peralatan
·         System mata pencaharian
·         System religi dan upacara keagamaan system masyarakat dan organisasi kemasyarakatan
·         Keserasian
·         System pengetahuan
·         Bahasa

4.       Pengertian wawasan nusantara.
1.       Kelompok kerja LEMHANAS 1999
Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenal diri dan ingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional
2.       Prof.Dr.Wan Usman
Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenal diri dan tanah airnya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam

5.       Unsur Dasar Wawasan Nusantara
1.       Wadah (Contour)
Wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya.
2.       Tata laku (conduct)
Hasil interaksi antara wadah dan isi wasantara yang terdiri dari :
·         Tata laku batiniah yaitu mencerminkan jiwa, semangat dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia.
·         Tata laku lahiriah yaitu tercermin dalam tindakan, perbuatan dan perilaku dari bangsa Indonesia
3.       Isi (Content)
Adalah aspirasi bangsa yang berkembang dimasyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945

6.       Hakekat Wawasan Nusantara
Adalah keutuhan nusantara/nasional, dalam pengertian : cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional.

7.       Asas Wawasan Nusantara
Merupakan ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara dan diciptakan agar terwujud demi tetap taat dan setianya komponen/unsure pembentuk bangsa Indonesia (suku/golongan) terhadap kesepakatan (commitment) bersama. Asas wawasantara terdiri dari :
1.       Kejujuran
2.       Solidaritas
3.       Kerjasama
4.       Kepentingan/tujuan yang sama
5.       Keadilan
6.       Kesetiaan terhadap kesepakatan
Dengan latar belakang budaya, sejarah serta kondisi dan konstelasi geografi serta memperhatikan perkembangan lingkungan strategis, maka arah pandang wawasan nusantara meliputi :
1.       Keluar
Bangsa Indonesia dalam semua aspek kehidupan internasional harus berusaha untuk mengamankan kepentingan nasional dalam semua aspek kehidupan baik politik, ekonomi, social budaya, pertahanan keamanan demi tercapainya tujuan nasional.
Tujuannya adalah menjamin kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.
2.       Ke dalam
Bangsa Indonesia harus peka dan berusaha mencegah dan mengatasi sedini mungkin factor-faktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa dan mengupayakan tetap terbina dan terpeliharanya persatuan dan kesatuan.
Tujuannya adalah menjamin terwujudnya persatuan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional baik aspek alamiah maupun aspek social

8.       Kedudukan Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat dari hirarkhi paradigma nasional sbb :
·         Ketahanan Nasional (Konsepsi bangsa)     
·         GBHN (Kebijakan Dasar Bangsa)   
·         Pancasila (dasar Negara)             
·         UUD 1945 (konstitusi Negara)                        
·         Wasantara (Visi bangsa)                                                   
Fungsi wawasan nusantara adalah pedoman, motifasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan, baik bagi penyelenggara Negara ditingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.
        Tujuan Wawasan Nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang dari rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan nasional dari pada kepentingan orang perorangan, kelompok, golongan, suku bangsa/daerah

9.       Implementasi Wawasan Nusantara
Penerapan Wawasan nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan Negara.
1.       Implementasi dalam kehidupan pertahanan keamanan
2.       Implementasi dalam kehidupan politik
3.       Implementasi dalam kehidupan social budaya
4.       Implementasi dalam kehidupan ekonomi


Prospek Implemantasi Wawasan Nusantara
                                Berdasarkan beberapa teori mengemukakan pandangan global sbb :
1.       Borderless word dan The End of Nation State menyatakan batas wilayah geografi relative tetap, tetapi kekuatan ekonomi dan budaya global akan menembus batas tersebut.
2.       Global paradox menyatakan Negara harus mampu memberikan peranan sebesar-besarnya kepada rakyatnya.
3.       The Second Curve (Ian Morison) menyatakan dalam era baru timbul adanya peranan yang lebih besar dari pasar, peranan konsumen dan teknologi baru yang mengantar terwujudnya masyarakat baru
4.       The future of Capitalism menyatakan strategi baru kapitalis adalah mengupayakan keseimbangan antara kepentingan individu dengan masyarakat serta antara kepentingan individu dengan masyarakat serta antara Negara maju dengan Negara berkembang.
5.       Building Win Win World (Henderson) menyatakan perlu ada perubahan nuansa perang ekonomi, menjadikan masyarakat dunia yang lebih bekerjasama, memanfaatkan teknologi yang bersih lingkungan serta pemerintahan yang demokratis.
.
Keberhasilan Implementasi Wasantara
                                Diperlukan kesadaran WNI untuk :
1.       Mengerti, memahami, menghayati tentang hak dan kewajiban warganegara  serta hubungan warganegara dengan Negara, sehingga sadar bangsa Indonesia.
2.       Mengerti, memahami, menghayati tentang bangsa yang telah menegara, bahwa dalam menyelenggara kehidupan memerlukan konsepsi wawasan nusantara sehingga sadar sebagai warga Negara yang memiliki cara pandang.

Jangan lupa di coment yha...

created by : Firman Leyon Ardiyat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar